Selasa, 11 Maret 2014

Cara Memperkenalkan Diri Dengan Sopan Saat Wawancara

Cara Memperkenalkan Diri Dengan Sopan Saat Wawancara

Mempersiapkan diri sebelum wawancara kerja sangatlah penting, apalagi pada saat wawancara nanti Anda akan berkenalan, berkomunikasi dan saling bertukar informasi antara si pewawancara dengan Anda. Nah, ada beberapa poin yang Anda harus
perhatikan sebelum melakukan perkenalan di wawancara kerja agar Anda berhasil, yaitu:
Persiapan Sebelum Perkenalan
Persiapkan waktu Anda 30 menit sebelum wawancara besok pagi agar Anda terlihat lebih baik.
Pilihlah pakaian yang cocok dan sesuai dengan lingkungan kerja perusahaan yang anda lamar (resmi, semi resmi atau kasual) dan buatlah serapi mungkin. Sisirlah rambut Anda dengan sederhana, dan usahakan rambut Anda tidak menghalangi wajah Anda.Kuku harus bersih dan pendek. Semirlah sepatu Anda agar nampak lebih mengkilat.Berangkatlah dari rumah beberapa waktu lebih awal sehingga anda sampai di lokasi 15 menit sebelum wawancara dimulai. Hal ini dimaksudkan agar Anda akan sampai dengan waktu yang cukup untuk bisa menghilangkan kegugupan beberapa saat sebelum wawancara dimulai dan memeriksa kembali penampilan Anda di depan cermin toilet.
Yakinkan bahwa nafas Anda segar, bawalah permen mint atau perment karet hingga Anda sampai ke lokasi wawancara. Ada cara tradisional untuk menghilangkan nafas tak sedap yaitu dengan cara mengunyah daun sup. Sebelum membersihkan gigi pada pagi hari makanlah beberapa pucuk daun sup. Kunyah perlahan-lahan dan bersihkan dengan berkumur-kumur. Daun sup adalah pembunuh bau tak sedap alami yang tahan lebih lama.
Mulailah Memperkenalkan Diri
Berdiri dan majulah ke depan untuk memperkenalkan diri Anda dengan sopan di depan para pewawancara. Jabatlah erat tangan mereka, dengan hanya tangan kanan, meskipun Anda seorang yang kidal.
Tataplah mata pewawancara dan perkenalkan diri Anda. Jika ini adalah pertemuan pertama, sapalah mereka dengan nama depannya. Contoh, “Halo, Pak Hendrik. Senang bertemu Anda. Nama saya Chandra”.
Jawablah dengan sopan komentar mereka. Jika mereka (dia) mengatakan’ “Senang bertemu Anda,” maka Anda harus mengucapkan, “Terima kasih. Senang juga bertemu dengan Anda.” Berlakulah sopan, maka kegugupan Anda akan hilang pada saat wawancara berlangsung.
Sikap Di Depan Pewawancara
Jangan duduk sebelum pewawancara mempersilahkan atau mereka duduk lebih dulu.
Perhatikan bahasa tubuh pewawancara. Jika mereka terlihat sedang gelisah atau bingung, cairkan susasana dengan menceritakan hal yang menarik minat mereka tapi masih relevan dengan kualifikasi Anda.
Jangan pernah menginterupsi. Tunggu hingga mereka menyelesaikan kalimat atau pertanyaan sebelum menjawab atau menanyakan Anda. Jika Anda tidak memahami pernyataan atau pertanyaannya, mintalah mereka untuk menjelaskan atau mengulanginya.

10 Alat Proses Pada Pabrik Kelapa Sawit

1. Pengeringan Minyak (vacum dryer)




Vacum dryer adalah alat yang berfungsi untuk memisahkan air dari minyak dengan cara penguapan dalam kondisi hampa udara. Hasil yang diharapkan dari proses ini adalah minyak dengan kadar air 0,1 – 0,15% dan kadar kotoran 0,013 – 0,015%.
Melalui tangki apung (float tank) inilah yang mengatur jumlah minyak, pertama minyak dialirkan ke vacum drayer. Minyak terhisap kedalam tabung melalui pemercikan (nozzle) karena adanya hampa udara dan minyak terpencar kedalam tabung hampa. Uap air dari tabung hampa terhisap oleh ejector 1, masuk kedalam kondensor 1, sisa uap kondensor 1 terhisap oleh ejector 2, masuk kedalam kondensor 2, sisa uap terakhir dihisap oleh ejector 3 dan dibuang ke atmosper atau udara. Air yang terbentuk dalam kondensor 1 dan 2 langsung dibuang. Minyak ditampung di Tangki Minyak produksi (oil transfer tank )dan selanjutnya dipompakan ketangki timbun.



2. Saringan Bergetar (Vibrating Screen)

Saringan Bergetar digunakan untuk memisahkan benda-benda padat yang terikut minyak kasar. Benda-benda yang berupa ampas yang disaring pada saringan ini dikembalikan ke bottom cross conveyor untuk diproses kembali. Cairan minyak ditampung dalam tangki minyak kasar (Crude Oil Tank / Bak RO). Saringan getar terdiri dari 2 tingkat saringan dengan luas permukaan masing-masing 2 M2. Tingkat atas memakai kawat saringan mesh 30 sedangkan tingkat bawah memakai mesh 40. Untuk memudahkan penyaringan maka pada waktu penyaringan masa minyak diencerkan dengan air panas yang bersuhu ± 60°C.
Hal – hal yang perlu diperhatikan :
1) Pengenceran dengan air diatur sehingga cairan dalam tangki mempinyai perbandingan 1 bagian minyak dan 2 bagian lumpur ( sludge ).
2) Jumlah getaran ayakan 1400 – 3000 getaran / menit.


3. Boiler


Boiler adalah alat yang di gunakan untuk menghasilkan steam. .
1. Inspeksi dan Persiapan Pengapian boiler
Langkah persiapan yang harus dilakukan :
1) Yakinkanlah bahwa semua bagian-bagian yang berputar dan bergerak/bergeser telah diberi minyak pelumas secukupnya.
2) Masuklah ke dalam ruang pembakaran dan periksa secara berhati-hati kondisi roster, kondisi dinding dapur, dan nozel udara apakah ada kemungkinan tersumbat.
3) Yakinkanlah bahwa alat kontrol tekanan ruang dapur telah berfungsi dengan sempurna.
4) Periksa semua damper pengatur udara untuk dicoba dan diteliti ratio (perbandingan) pembukaan alat penyetel dengan posisi damper. Buka penuh damper Induced Draft fan.
5) Periksa kwantity (jumlah) bahan bakar apakah sudah cukup tersedia untuk pengoperasian awal.
6) Operasikan peralatan pengisi bahan bakar dalam keadaan kosong untuk meneliti fungsinya. Selanjutnya masukkan bahan bakar ke dalam ruang bakar hingga merata diatas rangka bakar dan lakukan pengapian untuk pemanasan awal dengan tanpa mengoperasikan komponen-komponennya kecuali Instrument Panel.
7) Untuk pengoprasian ketel, pada saat pemanasan awal keterangan blow down pada header Atas dan kerangan starting valve harus terbuka penuh. Kedua kerangan ini boleh ditutup penuh setelah main steam valve (kerangan utama) dibuka.


2. Pengapian boiler
Setelah persiapan pengapian telah terpenuhi, yakinkan bahwa didalam ruang dapur telah menerima panas secara merata, dan dari keterangan Air Vent telah keluar steam yang berarti tidak akan terjadi pemuaian mendadak, dan telah diperoleh tekanan pada ketel min. 1-1,5 kg/cm2 selama pemanasan awal. Maka kita dapat melakukan pengapian dengan mengikuti prosedur dibawah ini :
1) Periksa Kondisi air dalam water level (gelas penduga).
2) Operasikan komponen-komponen seperti :
 Double damper
 Draft Control
Perhatikan jika ada kesalahan fungsinya.
3) Operasikan I.D.fan dengan damper ditutup sama sekali. Perlu diketahui bahwa didalam Boiler Panel dilengkapi dengan system Inter lock.
4) Setelah I.D. Fan beroperasi normal, posisikan handle draft control ke posisi Auto.
5) Operasikan F.D.Fan dengan damper utama ditutup sama sekali dan damper udara dibawah fire grate tetap buka  30 – 40 %.
6) Operasikan jet Fan (2nd F.D.Fan) dengan damper utama dibuka 50-70%, damper ke ruang bakar dibuka  30 % dan damper udara ke chute bahan bakar sesuai kebutuhan (lihat posisi jatuhnya bahan bakar didalam ruang bakar). Biarkan kondisi seperti ini selama 15 menit untuk menstabilkan system balancing draft didalam ruang dapur.
7) Perhatikan bila boiler yang menggunakan Super Heater. Maka pada saat start pengoperasiannya kerangan blow down pada super heater dan starting valve harus terbuka 100% : gunanya agar kandungan air yang tertinggal didalam pipa super heater keluar. Kerangan blow down dari super heater ini dapat ditutup setelah Main Steam valve (kerangan utama) dibuka.
8) Operasikan alat pensupply bahan bakar (Rotary Feeder).
9) Karena pembakaran didalam ruang dapur belum besar, jatuhkan bahan bakar secara perlahan-lahan hingga tekanan furnace mencapai -5 s/d -10mm Ag, prosedure ini harus ditempuh secepat mungkin setelah tekanan dapur menaik, sebab kemungkinan timbul tekanan balik (back fire). Jangan berdiri tepat didepan lobang pengisian.
10) Tutup kerangan buang udara (Air Vent) bila tekanan Boiler mencapai 0,5 – 1 kg/cm2.
11) Untuk menaikkan tekanan dapat dilakukan dengan jalan membuka damper utama F.D.Fan yang dapat dikontrol melalui instrument panel. Ikuti prosedur-prosedur menaikkan tekanan dibawah ini :
Untuk menaikkan tekanan harus ikut mempertimbangkan faktor thermal expansi (pemuaian panas) dari badan, dinding dapur dan bagian-bagian lain ketel agar tidak terjadi bahaya lanjutan akibat pemuaian paksa. Menaikkan tekanan dengan tiba-tiba akan mengakibatkan bahaya kebocoran atau retak pada pasangan batu api. Pada saat tekanan Boiler naik secara perlahan-lahan, hal-hal yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut:
1. Apabila Uap mulai terjadi, setiap kerangan uap harus dioperasikan untuk menjaga agar handle dari masing-masing kerangan itu dapat bergerak bebas walaupun ada thermal expansi.
2. Untuk Boiler baru, apabila tekanan mencapai 5-10 kg/cm2 setiap sambungan dengan mur pada tutup manhole harus dikencangkan kembali. Meter level air, kerangan pembuang, meter tekanan dan peralatan-peralatan lainnya harus diinspeksi kefungsiannya.
3. Apabila ketel telah mencapai tekanan kerja normal, kerangan pengaman (safety valve) harus dicoba kefungsiannya dengan jalan mengangkat handlenya untuk meyakinkan bahwa kerangan pengaman itu dapat bekerja dengan baik.
4. Lakukan pemanasan pada steam pump, agar steam pum dapat tetap stand by untuk menjaga apabila arus listrik putus pada saat boiler sedang full operation.
5. Diperiksa bagian luar dari dapur dan ducting atas kemungkinan rusak yang disebabkan oleh thermal expansie.
6. Diteliti apakah ada kondisi yang kemungkinan abnormal pada setiap bagian yang berputar atau bergerak. Perhatian khusus diberikan pada kemungkinan terlalu panasnya Induced Draft fan.
7. Penyaluran uap pada waktu operasi normal dari ketel .
 Setiap kerangan pembuang (drain valve) pada pemipaan uap harus dibuka.
 Yakinkanlah bahwa tidak ada terjadi bahaya Hummering air, atau bunyi abnormal atau kebocoran setelah dibukanya keran stop utama.
 Pembukaan total kerangan uap uap utama secara tiba-tiba harus dihindarkan. Yang dikhawatirkan kemungkinan turunnya tekanan secara tiba-tiba dan kenaikkan level air yang tiba-tiba, yang akan menyebabkan bahaya lanjutan.


4. Digester



Fungsi dari digester adalah :
a) Untuk melepaskan daging buah dari nut (biji )
b) Untuk melumatkan buah agar efisien dalam proses pengempaannya
c) Untuk menaikkan temperature buah
d) Untuk melepaskan sel-sel minyak dari sel daging buah
e) Untuk mengalirkan sebagian minyak yang terbentuk di digester sehingga mengurangi volume pengempaan .
Digester merupakan sebuah tabung silinder vertical yang didalam nya dipasang pisau-pisau pengaduk. Dalam digester terdapat beberapa tingkat pisau yang terikat pada poros dan di gerakkan oleh motor listrik. Pisau bagian atas digunakan untuk mencacah/melumat borondolan, dan pisau bagian bawah (Stirring arm bottom) digunakan untuk mendorong massa keluar dari ketel adukan menuju screw press
Untuk memudahkan pencacahan/pelumatan diperlukan panas 90-95oC, yang menggunakan tekanan uap langsung sebesar 3 kg/cm2. Faktor-Faktor yang mempengaruhi pengadukan, yaitu :
a) Kematangan buah yang direbus, jika buah mentah maka daging buah sulit dilepas dari nut dan sulit dilumat.
b) Volume digester minimal ¾ penuh
c) Waktu pengadukan pada digester yang baik adalah ±20 menit.
d) Temperature yang terlalu rendah dapat mengakibatkan minyak sulit dipress karena kekentalan minyak rendah.


5. Sentripusi Sludge (Sludge Separator)

Sentripusi Sludge berfungsi untuk mengutip minyak yang masih terkandung dalam sludge. Dengan gaya sentrifugal minyak yang berat jenisnya lebih kecil bergerak menuju ke poros dan terdorong keluar melalui sudu-sudu (paringan disc) menuju reclaimed oil tank dan kemudian akan di pompakan ke tangki pemisah (continuous settling tank). Cairan dan sludge yang berat jenisnya lebih besar terdorong kebagian dinding bowl dan keluar melalui nozzle. Hal-hal yang harus di perhatikan dalam pengoperasiannya, yaitu :
1. Suhu sludge yang masuk harus di kontrol sekitar 90-950C
2. Penambahan air uuntuk dilusi harus menggunakan air panas
3. Setiap empat jam dilakukan pencucian bowl
4. pembersihan dan pemeriksaan menyeluruh dilakukan setiap hari


6. Screw Press




Screw press adalah alat yang digunakan untuk memisahkan minyak kasar dari daging buah dan biji. Alat ini terbuat dari sebuah tabung berlubang-lubang yang di dalamnya terdapat dua buah screw yang pada ujungnya terdapat konus yang dapat maju mundur secara hidrolis. Massa yang keluar dari ketel adukan melalui feed screw (sebagian minyak keluar) masuk ke dalam main screw lalu ditampung dalam talang minyak oil gutter. Untuk mempermudah pemisahan dan pengaliran minyak pada feed screw dilakukan injeksi uap pada digester dan penambahan air panas pada temperatur 90-95oC. Ampas akan diolah untuk mendapatkan inti (kernel).
Pelumatan pada screw press memakai air pengencer yang berfungsi untuk mempermudah pemerasan minyak pada fibre, hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya pengentalan (emulsi). Hal – hal yang perlu diperhatikan dalam pengempaan :
1) Pada pengempaan dilakukan injeksi uap dan air panas pada temperature 90-95oC.
2) Penekanan harus dilakukan berangsur – angsur dari tekanan rendah ke tekanan tinggi ±40 bar.


Tekanan kempa yang terlalu tinggi menyebabkan :
1) Jumlah biji pecah bertambah
2) Jumlah serat – serat halus yang terikut minyak bertambah sehingga mempersulit prosess selanjutnya.
Tekanan kempa yang rendah menyebabkan :
1) Cake basah, kerugian minyak pada ampas dan biji tinggi.
2) Pemisahan biji dan ampas tidak sempurna.
3) Ampas menjadi basah, sehingga tidak dapat digunakan sebagai bahan baku ketel uap.
4) Jumlah air pengencer, air pengencer yang terlalu berlebihan dapat mempengaruhi kandungan air cake yang tinggi, sehingga pemecahan cake akan lebih sulit pada CBC (Cake Breaker Conveyor)
5) Pemberian air dilakukakn dengan cara menyiram cake dalam pressan dari atas bagian tengah atau di chute screw press.


7. Sentripusi Minyak (Oil Purifier)

Sentripusi Minyak adalah alat yang digunakan untuk mengurangi kadar air dan kadar kotoran pada minyak produksi dengan mekanisme gaya sentrifugal, prinsip kerjanya adalah gerakan putar dengan kecepatan antara 5000-6000 rpm dan suhu minyak diusahakan 90 – 950C. Akibat gaya sentrifugal yang terjadi maka minyak yang mempunyai berat jenis lebih kecil bergerak ke arah poros, dan terdorong keluar oleh sudu – sudu, sedangkan kotoran dan air yang berat jenisnya lebih besar terdorong kearah dinding bowl. Air keluar, dan padatan melekat pada dinding bowl yang dapat di bersihkan dengan pencucian.






8. Drum Pemolis (Polishing Drum)


Polishing drum adalah alat yang berfungsi untuk membersihkan serat-serat yang masih melekat pada biji dan juga memisahkan biji-biji kecil dan inti pecah yang terikut. Pollishing drum terdiri dari sebuah drum yang diputar oleh sebuah rantai dan sisi di ujung drum berlubang-lubang sesuai ukuran nut.






9. Hydrocyclone


Hydrocyclone meruapakan sebuah alat yang berfungsi untuk memisahkan inti dan cangkang dengan berdasarkan gravity dengan media air. Cangkang dan inti masuk ke Bak Hydrocyclone dipompakan ke cyclone inti berdasarkan putaran air melalui cones dengan diameter 45-48 mm, lalu inti yang ringan naik keatas masuk ke tromol inti, untuk selanjutnya dikirim ke kernel driyer. Sedangkan fraksi berat (cangkang) jatuh ke bawah masuk ke bak Hydrocyclone cangkang dan dipompakan ke cyclone cangkang berdasarkan putaran melalui cones dengan diameter 53-55 mm untuk pemisahan kembali. Cangkang ke Hopper cangkang, sedang intinya masuk ke bak Hydrocyclone inti untuk proses pemisahan kembali.


10. Rebusan(Sterilizer)

Tahap pengolahan TBS yang pertama adalah proses perebusan atau sterilisasi yang dilakukan dalam bejana bertekanan (steriliser) dengan menggunakan uap air jenuh (saturated steam). Penggunaan uap jenuh memungkinkan terjadinya proses hidrolisa/penguapan terhadap air di dalam buah, jika menggunakan uap kering akan dapat menyebabkan kulit buah hangus sehingga menghambat penguapan air dalam daging buah dan dapat juga mempersulit proses pengempaan. Oleh karena itu, pengontrolan kualitas steam yang dijadikan sebagai sumber panas perebusan menjadi sangat penting agar diperoleh hasil perebusan yang sempurna.
Proses perebusan TBS dilakukan dengan tujuan:
1. Menghentikan aktifitas enzim lipase yang dapat menjadi katalisator dalam pembentukan trigliserida dan kemudian memecahnya untuk menjadi Asam Lemak Bebas (ALB). Aktivitas enzim akan berhenti jika diberikan suhu minimum 50oC, pada proses perebusan temperatur di dalam steriliser mencapai 120oC dengan tekanan 2,8 bar.
2. Melepaskan buah dari spiklet melalui cara hidrolisa hemiselulosa dan pektin yang terdapat di pangkal buah, dengan demikian akan mempermudahkan brondolan lepas dari tandannya pada saat proses penebahan dan juga akan mempermudah proses ekstraksi pengutipan minyak dan inti sawit.
3. Melunakkan daging buah sehingga mudah diaduk dan memudahkan pemisahan minyak dan cake ketika dikempa.
4. Pengurangan kadar air dalam buah dan inti, sehingga memudahkan pemisahan partikel–partikel minyak dari pericarp dan serat-serat dari biji selama pengadukan ataupun saat proses pemisahan serat dengan biji serta pengeringan inti (dehidrasi) di dalam notten akan mempermudah lepasnya (lekang) inti dari cangkang saat poses pemecahan biji.
5. Memecah emulsi di dalam pericarp dengan pemanasan yang mampu menyusup sampai ke dalam daging buah sehingga memudahkan pemisahan minyak dan air pada CST.

Rabu, 05 Februari 2014

Cara merawat kelinci

Kelinci yang menggemaskan ini, bisa jadi hewan yang penurut. Jika ia dipelihara dengan baik, kelinci akan menjadi jinak, lembut, dan bisa turuti perintah sang pemeliharanya. Apa saja kebutuhan untuk memelihara kelinci? Simak beberapa paparan berikut.
 
Hal pertama yang dibutuhkan adalah kandang. Ada beberapa syarat untuk kandang yang nyaman dan baik untuk kelinci kesayangan Anda. Dekat dengan sumber air, berada di lokasi yang sejuk (bertemperatur 15 s/d 20 derajat Celcius), dengan angka kelembapan 60% s/d 90%, serta jauh dari berbagai gangguan dan predator (ular, anjing atau kucing).

Kadang mendapatkan cukup sinar matahari pagi. Sebaiknya kandang menghadap ke timur, agar matahari pagi bisa dinikmati kelinci Anda. Karena panasnya sinar matahari punya fungsi untuk membuat kandang tetap kering dan bisa membunuh kuman penyakit yang mungkin ada di sana. Kandang harus punya ventilasi udara yang cukup untuk sirkulasi udara dari luar dan dalam kandang.
Posisi kandang harus lebih tinggi daipada daerah sekitarnya agar tidak tergenang air. Lantai yang tergenang air dan becek, bisa jadi sarang parasit.
Jarak kandang dengan rumah Anda, minimal sejauh 10 meter, agar bau dari kotoran dan urine nya tidak menganggu. Jika dipelihara karena hoby (bukan peternakan), maka kandang bisa ditempatkan di lahan kosong yang ada di sekitar rumah dengan syarat, sanitasinya juga terjaga bersih. Lokasi kandang aman, tidak bersuara gaduh, tenang, dan nyaman.
Anda pasti kerap memeluknya dan menggendongnya kapanpun Anda inginkan. Kelinci juga akan merasa senang dan nyaman jika Anda paham bagaimana cara menggendong mereka.
Untuk mengangkat kelinci yang besar dari dalam kandangnya, peganglah kulit tengkuk atau punggungnya dengan salah satu tangan Anda. Satu tangan yang lain, mengangkat pinggulnya. Jika kelinci masih kecil, peganglah bagian kulit bahunya dengan lembut. Jika kelinci meronta, hati-hatilah. Jauhi tubuh Anda dari cakaran kaki belakangnya. Jangan mengangkat mereka dengan menggenggam dua telinganya. Telinga mereka akan sakit, bahkan kelinci akan jadi cacat.
Supaya penampilannya jadi cantik dan bersih, mandikanlah kelinci Anda. Kelinci sebenarnya tidak tahan air. Disarankan, mandikan mereka dengan air hangat sebulan dua kali. Siramkanlah perlahan menggunakan selang atau gayung. Sambil disiram, usapkan lembut badan kelinci, agar air meresap hingga kulit badannya.
Gunakan sampho bayi unutk menyabuninya. Pijat perlahan tubuhnya, lalu bilas hingga bersih. Keringkan tubuh kelinci dengan handuk yang lembut, lalu keringkan bulu dan tubuhnya yang basah itu dengan hair dryer. Jika kita tidak bisa memandikannya, bawalah kelinci ke pet shop yang melayani pemandian kelinci.
Bulu kelinci yang lembut dan bersih, akan mempercantik penampilannya. Menyisir bulu, merupakan hal yang paling mudah. Lakukanlah sebanyak 2 s/d 3 kali seminggu agar bulunya tidak kumal dan lengket. Gunakan sisir khusus untuk bulu kelinci yang bisa dibeli di pet shop terdekat.
Kelinci termasuk binatang malam. Lebih aktif makan di malam hari, daripada siang hari. Jadi, berikanlah porsi pakan yang lebih banyak ketika malam hari. Pagi dan siang sebaiknya kelinci diberikan konsentrat, biji-bijian (padi, jagung, gandum, kedelai, kacang tanah, kacang hijau), dan umbi-umbian yang dilembutkan. Untuk sore dan malam hari, berikan pakan dari jerami dan daun-daun hijau yang segar. Jadwal pemberian pakan yang teratur setiap hari, akan menjamin kesehatan kelinci Anda.
Perhatikanlah perkembangan kelinci Anda setiap hari. Jika kelinci terserang sakit, segeralah bawa ke dokter hewan. Sesungguhnya pencegahan penyakit akan lebih baik, daripada mengobati. Agar kelinci bertubuh sehat, tambahkanlah suplemen vitamin dalam makanannya.

Bahaya di luar dan di dalam rumah bagi Kelinci

Kelinci rumahan yang bebas berkeliaran di rumah dan taman, menikmati gaya hidup yang social, stimulasi dan nyaman. Tetapi keamanan gaya hidup tergantung pada pengontrolan lingkungan kelinci. Menghilangkan atau mengurangi resiko /bahaya bagi kelinci.
Jenis bahaya apa yang anda perlu perhatikan?
Bahaya langsung untuk kelinci di luar rumah adalah serangan oleh pemangsa atau predator. Meskipun House Rabbit Society tidak mengumpulkan data statistik tentang serangan pemangsa, kami memberi peringatan berdasarkan cerita yang diberitakan pada kami dari pemelihara kelinci di kota dan daerah. Kandang di taman tidak melindungi kelinci dari pemangsa. Beberapa peristiwa termasuk serangan dari anjing, kucing liar, rakun, dan coyote; dan terkadang burung hantu, elang, possum, dan weasel (sejenis musang). Pemangsa yang kukuh dapat membengkokkan atau merusak kawat; yang gesit dapat membukan pintu kandang. Hanya keberadaan pemangsa saja dapat menyebabkan reaksi yang parah pada kelinci. Panik dimana kelinci lari ketakutan ke sana ke mari, berputar-putar dan menggelepar. Kelinci pada keadaan seperti ini dapat mematah tulang belakang mereka atau mati karena serangan jantung. Kelinci yang selamat mungkin akan cacat, atau terkena infeksi dari gigitan atau luka cakaran.
Karena banyak pemangsa yang berburu pada malam hari, House Rabbit Society menganjurkan kelinci dibawa masuk ke dalam rumah setiap sore. Kandang yang kuat dan penutup dalam taman biasanya cukup menghindari serangan siang hari khususnya jika ada orang di sekitarnya.
Kelinci meskipun disterilkan (spay/neuture) jika berkeliaran di taman, dia akan memperlihatkan naluri kelinci liarnya, dia akan menggali lubang. Jika dibiarkan lama kelamaan lubang ini menjadi cukup rumit untuk pemelihara menangkapnya. Ini akan menjadi masalah jika kelinci anda ketakutan, luka, sakit, hamil atau apapun yang memerlukan pertolongan anda. Dan lagi pula tanah juga dapat mengandung bakteri yang berbahaya.
Maka dari itu, kami menganjurkan kelinci memuaskan hasrat menggalinya di dalam kandang atau kotak yang berisi jerami yang bersih. Menggali lubang di tanah dapat dikurangi dengan menambah kawat di bawah kandang atau dengan menutup lubang saat dia memulainya.
Setelah menghilangkan lubang alami kelinci, perlindungan harus diberikan pada waktu cuaca yang ekstrim (panas atau dingin sekali). Kelinci yang memiliki gaya hidup yang flexibel dapat bergabung dengan keluarga manusianya dalam rumah dapat bersama hidup di lingkungan yang nyaman. Kelinci yang sementara menahan panas dapat disejukan dengan menggantung handuk basah di dekat nya atau dengan menaruh es didalam kotak bekas susu atau kantong plastik.
Banyak orang percaya bahwa kelinci yang merumput di taman secara naluri akan menghindari tumbuhan yang beracun secara alami. Saya bisa buktikan tidak begitu, setelah memperhatikan kelinci mengunyah daun oleader. Kami menganjurkan membuat daftar semua tanaman yang tumbuh di taman anda dan periksa untuk tanaman yang beracun. Sebelum semua tanaman beracun dihilangkan dari taman, kelinci anda harus dijaga dalam rumah atau di taruh di dalam kandang. Bahaya racun lainya adalah pupuk dan pestisida yang dipakai untuk rumput atau taman.
Diluar rumah juga mempunyai bahaya yang lain, khususnya untuk fisik kelinci. Semua kelinci yang tidak dapat membersihkan bulunya secara menyeluruh dari air kecing dan kotoran akan retan terhadap serangan lalat, kondisi yang mengancam kehidupannya. Pencegahan diperlukan dengan pemeriksaan satu dua kali sehari untuk kelinci yang beresiko tinggi dan pembersihan dan pengeringan bulu yang basah atau kotor secara rutin.
Serangga lainnya yang mengancam kelinci luar rumah. Kutu loncat/pinjal (flea) jika dibiarkan berkembang biak di taman dapat menyebabkan kelinci terkena flea anemia. Di beberapa area, myxomatosis, virus yang mematikan dapat ditularkan ke kelinci melalui gigitan serangga.

Senin, 03 Juni 2013

Heat Treatment

Heat Treatment


Heat Treatment
Heat Treatment merupakan proses memanaskan dan mendinginkan suatu bahan untuk mendapatkan perubahan fasa (struktur) guna meningkatkan kemampuan bahan tersebut sehingga bertambah daya guna teknik dari bahan tersebut.
Beberapa Proses Heat Treatment dan Kegunaannya :
  • Annealing
Memanaskan suatu bahan hingga diatas suhu transformasi (723 C) kemudian didinginkan dengan perlahan-lahan.
Tujuannya adalah untuk melunakan bahan.
  • Stress Reliveing
Yaitu proses menghilangkan tegangan sisa dari suatu bahan dengan memanaskan kemudian ditahan beberapa waktu lalu dilakukan dengan pendinginan perlahan-lahan.
Tujuannya adalah untuk menghilangkan tegangan sisa selama proses fabrikasi.
  • Hardening
Memanaskan suatu bahan hingga diatas suhu transformasi (723 C) kemudian didinginkan secara cepat, melalui media pendingin seperti air, oli atau media pendingin lainnya
Tujuannya adalah untuk mengeraskan bahan.
  • Aging (Precipitation Hardening)
Proses pemanasan kembali bahan yang telah dikeraskan, Suhu pemanasannya relatif rendah yaitu dibawah suhu transformasi eutektoid.
Tujuannya adalah untuk mengurangi kekerasan bahan sehingga keuletan (ketangguhan) bahan tersebut dapat naik.
                  Proses Heat Treatment yang digunakan pada pengujian  ini adalah Hardening.
1.1.Hardening
Proses  pengerasan  atau  hardening  adalah  suatu  proses  perlakuan  panas
yang  dilakukan  untuk  menghasilkan  suatu  benda  kerja  yang  keras,  proses  ini
dilakukan  pada  temperatur  tinggi  yaitu  pada  temperatur  austenisasi  yang
digunakan untuk melarutkan sementit dalam austenit yang kemudian di quench.
Pada  tahap  ini  akan  menghasilkan  terperangkapnya  karbon  yang  akan
menyebabkan  bergesernya  atom-atom  sehingga  terbentuk  struktur  body  center
tetragonal atau struktur yang tidak setimbang yang disebut martensit yang bersifat
keras dan getas.
Langkah-langkah proses hardening adalah sebagai berikut :
  1. Pemanasan
Melakukan pemanasan (heating) untuk baja karbon tinggi  200-300 diatas Ac-1 pada diagram Fe-Fe3C, misalnya pemanasan sampai suhu 8500, tujuanya adalah untuk mendapatkan struktur Austenite, yang salah sifat Austenite adalah tidak stabil pada suhu di bawah Ac-1,sehingga dapat ditentukan struktur yang diinginkan. Dibawah ini diagram Fe-Fe3C  dibawah ini :
  1. Penahanan suhu (holding)
Holding time dilakukan untuk mendapatkan kekerasan maksimum dari suatu bahan pada proses hardening dengan menahan pada temperatur pengerasan untuk memperoleh pemanasan yang homogen sehingga struktur austenitnya homogen atau terjadi kelarutan karbida ke dalam austenit dan diffusi karbon dan unsur paduannya. 
  1. Pendinginan.
Untuk proses Hardening kita melakukan pendinginan secara cepat dengan menggunakan media air. Tujuanya adalah untuk mendapatkan struktur martensite, semakin banyak unsur karbon,maka struktur martensite yang terbentuk juga akan semakin banyak. Karena martensite terbentuk  dari fase Austenite yang didinginkan secara cepat. Hal ini disebabkan karena atom karbon tidak sempat berdifusi keluar dan terjebak dalam struktur kristal dan membentuk struktur tetragonal yang ruang kosong antar atomnya kecil,sehingga kekerasanya meningkat.
Proses pendinginan sendiri memiliki dua macam proses, yaitu :
1.  Proses pendinginan secara langsung
Proses ini dilakukan dengan cara logam yang sudah dipanaskan hingga suhu austenite dan setelah itu logam didinginkan dengan cara mencelupkan logam tersebut ke dalam media pendingin cair, seperti air, oli, air garam dan lain-lain. Salah satu metode pedinginan secara langsung adalah Quenching.
Quenching merupakan suatu proses pendinginan yang termasuk pendinginan langsung. Pada proses ini benda uji dipanaskan sampai suhu austenite dan dipertahankan beberapa lama sehingga strukturnya seragam, setelah itu didinginkan dengan mengatur laju pendinginannya untuk mendapatkan sifat mekanis yang dikehendaki. Pemilihan temperature media pendingin dan laju pendingin pada proses quenching sangat penting, sebab apabila temperature terlalu tinggi atau pendinginan terlalu besar, maka akan menyebabkan permukaan logam menjadi retak.
Cara-cara quench adalah sebagai berikut:
  1. Quench langsung (Direct quench)
Cara  ini  dilakukan  dengan mengunakan medium  air  atau  oli  dimana  benda kerja ditahan pada temperatur pengerasannya untuk jangka waktu tertentu.  
  1. Martempering
Dengan cara ini, benda kerja dipanaskan sampai ke temperatur pengerasannya dengan  cara  yang  biasa,  medium  yang  digunakan  adalah  cairan  garam. Temperature cairan garam tersebut dijaga konstan di atas temperature Ms dari baja yang bersangkutan. Benda kerja yang   diproses didiamkan dalam cairan garam  tersebut  sampai  temperatur  diseluruh  bagian  benda  homogen, tetapitidak  boleh  terlalu  lama karena bisa mengakibatkan bertransformasi menjadifasa-fasa yang lebih lunak seperti perlit dan bainit.
  1. Austempering.
Proses  ini  dilakukan  dengan  cara  mengquench  baja  dari  temperatur austenisasinya  ke  dalam  garam  cair  yang  bertemperatur  sedikit  di  atas temperatur Ms-nya. 
  1. Quench yang ditunda (Delay quenching)
 Proses  ini dilakukan  sesuai dengan nama metodenya  yaitu benda kerja  yang sudah dipanaskan dan dikeluarkan dari tungku pada temperatur pengerasannya dibiarkan  beberapa  saat  sebelum  diquench.  Cara  ini  dilakukan  agar  proses quench  terjadi  pada  temperatur  benda  kerja  yang  lebih  rendah  sehingga memperkecil kemungkinan  timbulnya distori. Cara  ini  lazim digunakan pada HSS, baja hot-worked dan baja-baja yang dikeraskan permukaannya. 
  1. Time quench
Metode ini dilakukan pada baja-baja yang memiliki mampu keras yang rendah yang memerlukan quenching ke dalam air atau pada baja-baja yang memiliki mampu keras yang tinggi tetapi ukuran benda kerjanya besar.  
  1. Die quench
Metode  ini dilakukan dengan menggunakan medium yang mampu menyerap panas.  Atas  dasar  hal  tersebut,  selama  proses  quench  benda  kerja  dapat “dipress” sehingga secara mekanik kemungkinan distorsi dapat diperkecil.

Tujuan  utama  dari  proses  pengerasan  adalah  agar  diperoleh  struktur martensit yang keras; sekurang-kurangnya dipermukaan baja. Hal ini hanya dapat dicapai  jika menggunakan medium  yang  efektif  sehingga baja didinginkan pada suatu  laju  yang  dapat mencegah  terbentuknya  struktur  yang  lebih  lunak  seperti perlit dan bainit.
Untuk  baja  karbon,  medium  quenching  yang  digunakan  adalah  air, sedangkan untuk baja paduan medium yang disarankan adalah oli, cairan polimer atau garam. Untuk baja-baja paduan tinggi disarankan agar menggunakan medium cairan garam.
Medium yang digunakan pada proses quenching diantaranya, adalah:
1)  Air.
2)  Oli.
3)  Garam netral.
4)  Gas quenching.
5)  Quenchant polimer.
6)  Fluidized bed.
Hasil quench hardening  :
Menghasilkan produk yang keras tetapi getas
  1. Menghasilkan tegangan sisa
  2. Keuletan dan ketangguhan turun.  Fluida yang ideal untuk media quench agar diperoleh struktur martensit, harus bersifat:
  3. Mengambil panas dengan cepat didaerah temperatur yang tinggi.
    1. Mendinginkan benda kerja relatif lambat di daerah temperatur yang rendah, misalnya di bawah temperatur 350˚C agar distorsi atau retak dapat dicegah.
2. Proses pendinginan  secara tidak langsung
Proses ini dilakukan dengan cara, logam yang telah dipanaskan sampai dengan suhu austenite setelah itu logam didinginkan dengan cara menyemprotkan air pada salah satu ujung dari logam tersebut atau dengan cara didinginkan pada udara terbuka atau temperature kamar.

Minggu, 02 Juni 2013

Lagu & kunci gitar lagu Songon Lali I

     G                                    C
Marlojong ahu to Ho do Tuhan .
    G                                   C
Haparirirongki gok di rohangki
    Em                                 C
Ho haposangki,hu tiop tongtong
     Am                               D
Lam margogo ahu dibaen Ho

Reff:
  G                 Em
Songon lali i,habang mansai timbo.
   C                    D
Maninggalhon sude angka sidangolangki.
   G              B   Em    D
Holan Ho Tuhan, pasabam rohangki
  G               D              C
Ndada na so tarbaen Ho Tuhan.

K I N E R J A T P K S

K I N E R J A T P K S
TBS menghasilkan:
1. Minyak sawit = 20 %
2. Inti sawit = 3,55 %
3. Minyak yang hilang = 1,47 %
4. Inti sawit yang hilang = 0,28 %
5. Penguapan ( Air ) = 25,60 %
6. Tempurung = 15,80 %
7. Sabut = 6,20 %
8. Tandan kosong = 25 %
9. Lain-lain = 1,10 %

1. Untuk minyak sawit ( CPO ) meliputi antara lai :

a. Kadar FFA ( Free Fatty Acid )
b. Kadar Air
c. Kadar kotoran

2. Untuk mutu inti kelapa sawit meliputi antara lai :

a. Kadar FFA ( Free Fatty Acid )
b. Kadar Air
c. Kadar kotoran
d. Inti pecah

3. Tandan Buah Sawit (TBS) dengan mutu yang baik meliputi antara lai :

a. Minyak sebanyak 20 – 25 %
b. Inti (kernel) sebanyak 4 – 6 %
c. Cangkang 5 – 9 %
d. Tandan kosong (empty fruit bunch) 20 – 22 %
e. Serat (fiber) 12 – 14 %

4. Sedangkan buah berandolan akan menghasilkan:

a. Minyak sebanyak 30 – 34 %
b. Nut (biji) 15 – 17 %
c. Serat ( fiber ) 14 – 30 %

5. Sampah 2 – 10 %


Inti sawit merupakan hasil yang lain dari pengolahan Pabrik Kelapa Sawit. Untuk mutu Kelapa Sawit yang baik mempunyai kadar air kurang dari 7 %, kadar FFA kurang dari 2 % dan kadar kotoran kurang dari 4 %.

Pemurnian Minyak Kelapa Sawit.

Dalam buah yang di rebus terdapat komposisi minyak 54 %, air 28% dan NOS 18%. Dan jika diperas dengan screw press maka komposisi ini akan berubah menjadi cairan dengan kandungan minyak 66%, air 24% dan NOS 10%. Berdasarkan ini dapat dihitung bahwa cairan yang keluar adalah 320 liter/ton. TBS di dalam nya terdapat minyak 210 liter, dengan demikian perlu ditambahkan air untuk mempermudah proses pemurnian.

Songon lali I

Songon lali I 


Marlojong ahu tu HO oh Tuhan
 HaparironMI gok dirohaki 
HO haposanki hu tiop tongtong 
Lam margogo ahu dibahen HO 

Tingki jumpang ahu di hagogotanMI 
Nang galumbang pe ganggu rohaki 
HO haposanki hu tiop tongtong 
Lam margogo ahu dibahen HO 

Reff: 

Songon lali i habang mansai timbo 
Maninggalhon sude angka sidangolanki 
Holan HO Tuhan pasabam rohaki 
Ndada na sotarbahen HO Tuhan